Jumat, 18 Juni 2010

ruang ruang

Ada resah saat kamu ada ataupun tiada. Ada senyum mengurai tawa saat waktu membersamai kita, aku dan kamu. Entahlah apa yang ada di kepalamu saat kita saling menatap. Ada yang tersirat, memang, meski ruang kosong memisahkan kita begitu jauhnya. Kamu di ujung sana, dan aku di ujung lainnya. Tapi aku sama sekali tidak dapat menerjemahkan sorot matamu ke dalam kata-kata. Mungkin, memang hanya waktu saja yang akan menuntaskan semua cerita sekisah kita. Karena sekali lagi, aku tak mampu melukiskan makna lengkung senyummu, yang meski segores, membuatku gelisah. Tak ada prolog, maka mungkin tak ada epilog. Semoga saja waktu lekas menjawabnya. Karena aku sudah tak bisa lagi membendung ini. Sebentar lagi mungkin akan tumpah. Membanjir.

When You're Gone - Avril Lavigne

I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie
is made up on your side

When you walk away
I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
All the words I need to hear to always get me through the day
And make it OK
I miss you

I've never felt this way before
Everything that I do
Reminds me of you
And the clothes you left
they lie on my floor
And they smell just like you
I love the things that you do

When you walk away
I count the steps that you take


Do you see how much I need you right now?

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
And when you're gone
The words I need to hear to always get me through the day
And make it OK
I miss you

We were made for each other
Out here forever
I know we were
Yeah Yeah

All I ever wanted was for you to know
Everything I do I give my heart and soul
I can hardly breathe, I need to feel you here with me
Yeah

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear will always get me through the day
And make it OK
I miss you

Bukan Cinta Biasa - Siti Nurhaliza

Begitu banyak cerita
Ada suka ada duka
Cinta yang inginku tulis
Bukanlah cinta biasa

Dua keyakinan beza
Masalah pun tak sama
Ku tak ingin dia ragu
Mengapa mereka selalu bertanya

( chorus )
Cintaku bukan diatas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu dipaksa
Tak perlu dicari
Kerna kuyakin ada jawabnya oh...
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu jawapnya

Janji terikat setia
Masa merubah segala
Mungkin dia kan berlalu
Ku tak mahu mereka tertawa

Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata

Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir tiada terduga
Hanya yakin menunggu jawapan

oh cinta...




Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.
Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah.
Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.

*dari sumber yang gak diketahui. maaf yaa kalo ngutip. :)*

###

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

###

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya.

###

Kamis, 17 Juni 2010

Melihat dari Sisi Lain

Selama ini saya selalu memandang bahwa kehidupan saya ini biasa aja. Datar. Flat bak televisi layar datar. Gak pernah ada yang istimewa di hidup saya. Saya mahasiswa biasa, hidup di lingkungan yang biasa, berteman dengan orang-orang biasa (maaf ya teman-teman, kalian gak biasa kok, tapi istimewa. :D), hidup di keluarga biasa, dan menjalani kehidupan yang biasa. Tanpa prestasi berarti, tanpa sesuatu yang istimewa. Pernah sih saya dapet prestasi waktu saya masih duduk di bangku esde. Saya jadi juara pertama Lomba Baca Puisi se-Kecamatan. Hahahaha. That's all. Gak lebih. :D

Terkadang, saya selalu merasa iri melihat kehidupan orang lain. Mereka dikaruniai wajah yang rupawan, harta yang melimpah, keluarga yang menyayangi mereka, teman-teman yang luar biasa, prestasi segudang, kebahagiaan yang tak terputus, hingga akhirnya membuat saya tidak bersyukur. Hufft, mungkin saya terlalu sering melihat ke atas, bukan ke bawah. Padahal masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada saya. >_<

Hari ini saya tercengang, karena ternyata ada seorang teman saya yang menganggap hidup saya "luar biasa". Dikelilingi oleh teman-teman yang menyayangi saya, keluarga yang wonderful, smart, soleh juga. Whew! Itu kata teman saya loh, bukan kata saya. hehehe. Saya terkejut juga, sekaligus merasa senang ada yang menilai saya seperti itu. Karena ternyata ada yang memandang kehidupan saya luar biasa. Padahal selama ini saya memandang kehidupan teman saya itu sangat menyenangkan. Dengan harta yang berkecukupan, rumah mewah, mobil mewah, keluarga yang menyayangi dia. Tapi ternyata dia malah iri pada kehidupan saya. Dari sana saya jadi belajar sesuatu. Ternyata harta memang tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Dan ternyata, kalau kita bisa melihat segala sesuatu dari sisi yang lain, kita bisa menemukan keindahan di baliknya. Saya yang menilai kehidupan saya biasa saja, ternyata dipandang sebaliknya oleh teman saya.

Intinya adalah, mensyukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada saya. Karena betapapun sederhananya, begitu biasanya kehidupan saya, itu adalah sesuatu yang harus saya hargai. Karena orang-orang di belahan dunia lain sana, belum tentu seberuntung saya. Jangan terlalu sering melihat ke atas, nanti tersandung lalu jatuh. Sering-seringlah melihat ke bawah, karena kita pasti akan menemukan pelajaran berharga dari sana.

Jadi keingetan judul lagu D'Masiv, Jangan Menyerah
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik


Ok. Just do the best till now! ^__^


NB.
10 hari lagi ulang tahun saya. Waoow. Umur saya berkurang lagi 1. Huhuhu.

Kamis, 03 Juni 2010

Kotak Mainan: Aku dan Kamu



Ceklek!
Kubuka kotak mainanku malam itu. Terdengar lagu-lagu pembuka, mengalun ceria, membuat perasaanku melambung senang. Lalu, hei! Kulihat kau disana-di dalam kotak mainanku-tersenyum, tertawa, terpingkal. Kamu menari mengurai gerak, menyanyi mendendang lagu. Hingga tanpa sadar aku pun mulai tersenyum ketika kau tersenyum. Tertawa ketika kau tertawa.
Hup!
Kau meraih tanganku, menarikku hingga aku pun berada di dalam satu kotak yang sama denganmu. Mengajakku tertawa bersama sambil berkata, "jangan cuma nonton aja, main bareng yuk!". Aku pun tersenyum lalu menyambut uluran tanganmu.

Hari-hari yang aku lewati selanjutnya, selalu aku habiskan di dalam kotak mainan itu. Bersama kamu, saling mengejek, saling melempar canda, saling mengurai derai tawa. Hingga tumbuh berbagai rasa asa, amarah, tawa, tangis, ada juga rindu dan cemburu. Waktu 24 jam rasanya kurang banyak untuk kuhabiskan denganmu. Karena begitu banyak lagi rasa, cerita, dan kisah yang ingin aku bagi dengan kamu.

Malam yang melarut pun tak kupedulikan lagi bila aku sama kamu. Bahkan hingga ayam berkokok menandakan pagi, aku tak mau lekas beranjak dari kotak itu. Karena seluruh waktu aku hanya ingin aku habiskan untuk membersamaimu.

Terkadang kamu membawaku ke tempat-tempat baru. Membawakanku mainan baru. Membelikanku permen dan coklat. Bahkan memberiku bunga. Tapi terkadang kamu juga mengenalkanku pada pangeran lain dalam kotak mainan itu. Padahal kamu sendiri tahu, tak ada pangeran lain dalam dunia kita yang aku inginkan, selain kamu. Padahal kamu sendiri tahu bahwa hanya kamu yang aku inginkan dalam dunia kecil kita.

Kamu tahu, kebersamaan kita di dalam kotak itu telah membawa sebuah perasaan baru di hati aku. Kamu tahu perasaan apa itu?? Takut. Aku takut kalau suatu saat nanti kamu akan hilang. Aku takut kalau aku tak bisa mendapati lagi suara tawamu, derai candamu. Kalau suatu saat kamu harus pergi dari kotak itu, lalu hilang tanpa jejak. Menghilang dihembus angin.. Kemana lagi aku bisa mencari kamu??
Sedang kamu punya punya dunia lain, dimana disana tiada aku. Dunia yang sama sekali berbeda dengan kotak mainan kita. Aku tak mungkin bisa masuk kesana. Bahkan tak akan pernah bisa masuk kesana.

***

Hari ini,
Ketakutanku ternyata terbukti. Kamu tiba-tiba saja bilang kalau kamu harus pergi.
Tak akan lagi berada dalam kotak itu. Dunia imajinasiku runtuh seketika. Kalau kamu tak ada lagi, dengan siapa lagi aku bisa mengurai tawa? Dengan siapa lagi aku bisa berbagi keluh kesah?

Kalau kamu tak mau bermain bersama lagi dalam kotak itu. Maka selamanya aku pun tak akan lagi membuka kotak mainan itu.
Biarlah kotak itu jadi barang warisan saja. Benda kenangan yang memuat berbagai macam rasa di dalamnya. Kalau perlu museumkan saja sekalian. Biar orang lain bisa juga merasakan kenangan yang pernah tercipta di dalam kotak mainan kita.

Huff,
Sudahlah.
Mungkin hari ini memang sudah saatnya aku menutup kotak mainan itu.
Biar tak ada lagi cerita.

Ceklek!

Kunci rapat kotak itu. Lalu buang jauh-jauh kuncinya.

Bye. I'll miss you so.

Rabu, 05 Mei 2010

Nulis nulis nulis..

Phew~!
Hampir setahun gak nulis lagi. Hari ini baru buka-buka blog lagi, pas liat postingan terakhir: 29 November 2009. Wow! Berarti udah selama itu otak saya gak dipake buat mikir. Gak nyadar kalo otak udah mulai tumpul, mampet, macet, karna jarang dipake.
What should I do?. Ah, oke. Mulai menulis lagi. Saya jadi teringat sebuah tulisan yang saya baca di notes seorang teman di facebook, "Anda adalah Penulis!". Ya, kita semua adalah penulis. Saya juga adalah seorang penulis (inginnya dibilang gitu. :D). Sering buntu sih tiap kali mau mencoba untuk nulis. Tapi, saya ingin bisa. Mencoba menulis tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kita aja kali ya.. Ceritakan semuanya secara mengalir, seperti kalau kita lagi curhat sama sahabat dekat.

Humm, oke. Let's try!

***

Dua bulan belakangan ini, saya sibuk sendiri. Padahal gak ada kegiatan apa-apa, tapi berlagak sok sibuk. Hehehe. Agak sibuk, mungkin. Belakangan ini saya disibukkan oleh skripshit yang gak selesai-selesai. Padahal baru sampe tahap proposal, tapi ribetnya gak ketulungan. Bolak-balik perpus, bertempur sama kanji-kanji yang keriting (FYI: saya kuliah jurusan Sastra Jepang, makanya tiap hari makan huruf kanji. @_@). Mending kalo ngerti tuh kanji, ini mah sama sekali kaga ngarti. Phew! *menghirup nafas*
Kalo udah skripsi, gak kebayang deh ribetnya kayak apa. Jadi, selama 2 bulan terakhir ini kerjaan saya adalah: berangkat kuliah (hari senin dan selasa doang), nyambangin perpus (numpang tidur), pulang ke rumah (buat tidur), nyalain laptop; buka facebook, maen pigg ato pico, buka mbah gugel, ngacak-ngacak kaskus, buka facebook lagi, maen pigg ato pico lagi, buka mbah gugel lagi, ngacak-ngacak kaskus lagi, terus gitu sampe pas saya liat jam di desktop laptop, ternyata udah jam 3 pagi. Wew. Jadi kebiasaan gak bagus nih. Pola hidup gak sehat. Gara-gara begadang tiap hari, nafsu makan jadi menurun, bangun pagi badan lemes, sakit kepala sepanjang hari. T__T

Daripada otak makin tumpul gara-gara DUMAY alias Dunia Mayat, (ups!) Maya, mending manfaatin aja ini buat nulas-nulis lagi. Meskipun kebanyakan tulisan gak penting, yang penting Keep Writing!

***

Saya sama temen-temen kuliah saya, punya hobi sama: foto-foto. Jadi, kemanapun kita pergi pasti gak pernah lupa bawa yang namanya KAMERA. Um, bahkan kadang-kadang kita sengaja nyiapin waktu kosong buat jalan-jalan ke suatu tempat cuman buat foto-foto doang. Ya, kayak yang kita lakuin 2 hari kemaren. Kita sengaja datengin jalan Braga, foto-foto disana. Meskipun ujan, kita tetep pantang menyerah deh buat foto-foto. Dan... *jreng jreng jreng* inilah hasilnyaa...

Temen-temen saya: Umi dan Chibi



Mau nyolong lukisan. XD



Di depan Gedung Merdeka



3 foto aja ya. Kalo kebanyakan malu. Ketauan narsisnya. Hahaha. XD