Selama ini saya selalu memandang bahwa kehidupan saya ini biasa aja. Datar. Flat bak televisi layar datar. Gak pernah ada yang istimewa di hidup saya. Saya mahasiswa biasa, hidup di lingkungan yang biasa, berteman dengan orang-orang biasa (maaf ya teman-teman, kalian gak biasa kok, tapi istimewa. :D), hidup di keluarga biasa, dan menjalani kehidupan yang biasa. Tanpa prestasi berarti, tanpa sesuatu yang istimewa. Pernah sih saya dapet prestasi waktu saya masih duduk di bangku esde. Saya jadi juara pertama Lomba Baca Puisi se-Kecamatan. Hahahaha. That's all. Gak lebih. :D
Terkadang, saya selalu merasa iri melihat kehidupan orang lain. Mereka dikaruniai wajah yang rupawan, harta yang melimpah, keluarga yang menyayangi mereka, teman-teman yang luar biasa, prestasi segudang, kebahagiaan yang tak terputus, hingga akhirnya membuat saya tidak bersyukur. Hufft, mungkin saya terlalu sering melihat ke atas, bukan ke bawah. Padahal masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada saya. >_<
Hari ini saya tercengang, karena ternyata ada seorang teman saya yang menganggap hidup saya "luar biasa". Dikelilingi oleh teman-teman yang menyayangi saya, keluarga yang wonderful, smart, soleh juga. Whew! Itu kata teman saya loh, bukan kata saya. hehehe. Saya terkejut juga, sekaligus merasa senang ada yang menilai saya seperti itu. Karena ternyata ada yang memandang kehidupan saya luar biasa. Padahal selama ini saya memandang kehidupan teman saya itu sangat menyenangkan. Dengan harta yang berkecukupan, rumah mewah, mobil mewah, keluarga yang menyayangi dia. Tapi ternyata dia malah iri pada kehidupan saya. Dari sana saya jadi belajar sesuatu. Ternyata harta memang tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Dan ternyata, kalau kita bisa melihat segala sesuatu dari sisi yang lain, kita bisa menemukan keindahan di baliknya. Saya yang menilai kehidupan saya biasa saja, ternyata dipandang sebaliknya oleh teman saya.
Intinya adalah, mensyukuri apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada saya. Karena betapapun sederhananya, begitu biasanya kehidupan saya, itu adalah sesuatu yang harus saya hargai. Karena orang-orang di belahan dunia lain sana, belum tentu seberuntung saya. Jangan terlalu sering melihat ke atas, nanti tersandung lalu jatuh. Sering-seringlah melihat ke bawah, karena kita pasti akan menemukan pelajaran berharga dari sana.
Jadi keingetan judul lagu D'Masiv, Jangan Menyerah
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Ok. Just do the best till now! ^__^
NB.
10 hari lagi ulang tahun saya. Waoow. Umur saya berkurang lagi 1. Huhuhu.
Kamis, 17 Juni 2010
Kamis, 03 Juni 2010
Kotak Mainan: Aku dan Kamu
Ceklek!
Kubuka kotak mainanku malam itu. Terdengar lagu-lagu pembuka, mengalun ceria, membuat perasaanku melambung senang. Lalu, hei! Kulihat kau disana-di dalam kotak mainanku-tersenyum, tertawa, terpingkal. Kamu menari mengurai gerak, menyanyi mendendang lagu. Hingga tanpa sadar aku pun mulai tersenyum ketika kau tersenyum. Tertawa ketika kau tertawa.
Hup!
Kau meraih tanganku, menarikku hingga aku pun berada di dalam satu kotak yang sama denganmu. Mengajakku tertawa bersama sambil berkata, "jangan cuma nonton aja, main bareng yuk!". Aku pun tersenyum lalu menyambut uluran tanganmu.
Hari-hari yang aku lewati selanjutnya, selalu aku habiskan di dalam kotak mainan itu. Bersama kamu, saling mengejek, saling melempar canda, saling mengurai derai tawa. Hingga tumbuh berbagai rasa asa, amarah, tawa, tangis, ada juga rindu dan cemburu. Waktu 24 jam rasanya kurang banyak untuk kuhabiskan denganmu. Karena begitu banyak lagi rasa, cerita, dan kisah yang ingin aku bagi dengan kamu.
Malam yang melarut pun tak kupedulikan lagi bila aku sama kamu. Bahkan hingga ayam berkokok menandakan pagi, aku tak mau lekas beranjak dari kotak itu. Karena seluruh waktu aku hanya ingin aku habiskan untuk membersamaimu.
Terkadang kamu membawaku ke tempat-tempat baru. Membawakanku mainan baru. Membelikanku permen dan coklat. Bahkan memberiku bunga. Tapi terkadang kamu juga mengenalkanku pada pangeran lain dalam kotak mainan itu. Padahal kamu sendiri tahu, tak ada pangeran lain dalam dunia kita yang aku inginkan, selain kamu. Padahal kamu sendiri tahu bahwa hanya kamu yang aku inginkan dalam dunia kecil kita.
Kamu tahu, kebersamaan kita di dalam kotak itu telah membawa sebuah perasaan baru di hati aku. Kamu tahu perasaan apa itu?? Takut. Aku takut kalau suatu saat nanti kamu akan hilang. Aku takut kalau aku tak bisa mendapati lagi suara tawamu, derai candamu. Kalau suatu saat kamu harus pergi dari kotak itu, lalu hilang tanpa jejak. Menghilang dihembus angin.. Kemana lagi aku bisa mencari kamu??
Sedang kamu punya punya dunia lain, dimana disana tiada aku. Dunia yang sama sekali berbeda dengan kotak mainan kita. Aku tak mungkin bisa masuk kesana. Bahkan tak akan pernah bisa masuk kesana.
***
Hari ini,
Ketakutanku ternyata terbukti. Kamu tiba-tiba saja bilang kalau kamu harus pergi.
Tak akan lagi berada dalam kotak itu. Dunia imajinasiku runtuh seketika. Kalau kamu tak ada lagi, dengan siapa lagi aku bisa mengurai tawa? Dengan siapa lagi aku bisa berbagi keluh kesah?
Kalau kamu tak mau bermain bersama lagi dalam kotak itu. Maka selamanya aku pun tak akan lagi membuka kotak mainan itu.
Biarlah kotak itu jadi barang warisan saja. Benda kenangan yang memuat berbagai macam rasa di dalamnya. Kalau perlu museumkan saja sekalian. Biar orang lain bisa juga merasakan kenangan yang pernah tercipta di dalam kotak mainan kita.
Huff,
Sudahlah.
Mungkin hari ini memang sudah saatnya aku menutup kotak mainan itu.
Biar tak ada lagi cerita.
Ceklek!
Kunci rapat kotak itu. Lalu buang jauh-jauh kuncinya.
Bye. I'll miss you so.
Rabu, 05 Mei 2010
Nulis nulis nulis..
Phew~!
Hampir setahun gak nulis lagi. Hari ini baru buka-buka blog lagi, pas liat postingan terakhir: 29 November 2009. Wow! Berarti udah selama itu otak saya gak dipake buat mikir. Gak nyadar kalo otak udah mulai tumpul, mampet, macet, karna jarang dipake.
What should I do?. Ah, oke. Mulai menulis lagi. Saya jadi teringat sebuah tulisan yang saya baca di notes seorang teman di facebook, "Anda adalah Penulis!". Ya, kita semua adalah penulis. Saya juga adalah seorang penulis (inginnya dibilang gitu. :D). Sering buntu sih tiap kali mau mencoba untuk nulis. Tapi, saya ingin bisa. Mencoba menulis tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kita aja kali ya.. Ceritakan semuanya secara mengalir, seperti kalau kita lagi curhat sama sahabat dekat.
Humm, oke. Let's try!
***
Dua bulan belakangan ini, saya sibuk sendiri. Padahal gak ada kegiatan apa-apa, tapi berlagak sok sibuk. Hehehe. Agak sibuk, mungkin. Belakangan ini saya disibukkan oleh skripshit yang gak selesai-selesai. Padahal baru sampe tahap proposal, tapi ribetnya gak ketulungan. Bolak-balik perpus, bertempur sama kanji-kanji yang keriting (FYI: saya kuliah jurusan Sastra Jepang, makanya tiap hari makan huruf kanji. @_@). Mending kalo ngerti tuh kanji, ini mah sama sekali kaga ngarti. Phew! *menghirup nafas*
Kalo udah skripsi, gak kebayang deh ribetnya kayak apa. Jadi, selama 2 bulan terakhir ini kerjaan saya adalah: berangkat kuliah (hari senin dan selasa doang), nyambangin perpus (numpang tidur), pulang ke rumah (buat tidur), nyalain laptop; buka facebook, maen pigg ato pico, buka mbah gugel, ngacak-ngacak kaskus, buka facebook lagi, maen pigg ato pico lagi, buka mbah gugel lagi, ngacak-ngacak kaskus lagi, terus gitu sampe pas saya liat jam di desktop laptop, ternyata udah jam 3 pagi. Wew. Jadi kebiasaan gak bagus nih. Pola hidup gak sehat. Gara-gara begadang tiap hari, nafsu makan jadi menurun, bangun pagi badan lemes, sakit kepala sepanjang hari. T__T
Daripada otak makin tumpul gara-gara DUMAY alias Dunia Mayat, (ups!) Maya, mending manfaatin aja ini buat nulas-nulis lagi. Meskipun kebanyakan tulisan gak penting, yang penting Keep Writing!
***
Saya sama temen-temen kuliah saya, punya hobi sama: foto-foto. Jadi, kemanapun kita pergi pasti gak pernah lupa bawa yang namanya KAMERA. Um, bahkan kadang-kadang kita sengaja nyiapin waktu kosong buat jalan-jalan ke suatu tempat cuman buat foto-foto doang. Ya, kayak yang kita lakuin 2 hari kemaren. Kita sengaja datengin jalan Braga, foto-foto disana. Meskipun ujan, kita tetep pantang menyerah deh buat foto-foto. Dan... *jreng jreng jreng* inilah hasilnyaa...
Temen-temen saya: Umi dan Chibi

Mau nyolong lukisan. XD

Di depan Gedung Merdeka

3 foto aja ya. Kalo kebanyakan malu. Ketauan narsisnya. Hahaha. XD
Hampir setahun gak nulis lagi. Hari ini baru buka-buka blog lagi, pas liat postingan terakhir: 29 November 2009. Wow! Berarti udah selama itu otak saya gak dipake buat mikir. Gak nyadar kalo otak udah mulai tumpul, mampet, macet, karna jarang dipake.
What should I do?. Ah, oke. Mulai menulis lagi. Saya jadi teringat sebuah tulisan yang saya baca di notes seorang teman di facebook, "Anda adalah Penulis!". Ya, kita semua adalah penulis. Saya juga adalah seorang penulis (inginnya dibilang gitu. :D). Sering buntu sih tiap kali mau mencoba untuk nulis. Tapi, saya ingin bisa. Mencoba menulis tentang hal-hal yang terjadi di sekitar kita aja kali ya.. Ceritakan semuanya secara mengalir, seperti kalau kita lagi curhat sama sahabat dekat.
Humm, oke. Let's try!
***
Dua bulan belakangan ini, saya sibuk sendiri. Padahal gak ada kegiatan apa-apa, tapi berlagak sok sibuk. Hehehe. Agak sibuk, mungkin. Belakangan ini saya disibukkan oleh skripshit yang gak selesai-selesai. Padahal baru sampe tahap proposal, tapi ribetnya gak ketulungan. Bolak-balik perpus, bertempur sama kanji-kanji yang keriting (FYI: saya kuliah jurusan Sastra Jepang, makanya tiap hari makan huruf kanji. @_@). Mending kalo ngerti tuh kanji, ini mah sama sekali kaga ngarti. Phew! *menghirup nafas*
Kalo udah skripsi, gak kebayang deh ribetnya kayak apa. Jadi, selama 2 bulan terakhir ini kerjaan saya adalah: berangkat kuliah (hari senin dan selasa doang), nyambangin perpus (numpang tidur), pulang ke rumah (buat tidur), nyalain laptop; buka facebook, maen pigg ato pico, buka mbah gugel, ngacak-ngacak kaskus, buka facebook lagi, maen pigg ato pico lagi, buka mbah gugel lagi, ngacak-ngacak kaskus lagi, terus gitu sampe pas saya liat jam di desktop laptop, ternyata udah jam 3 pagi. Wew. Jadi kebiasaan gak bagus nih. Pola hidup gak sehat. Gara-gara begadang tiap hari, nafsu makan jadi menurun, bangun pagi badan lemes, sakit kepala sepanjang hari. T__T
Daripada otak makin tumpul gara-gara DUMAY alias Dunia Mayat, (ups!) Maya, mending manfaatin aja ini buat nulas-nulis lagi. Meskipun kebanyakan tulisan gak penting, yang penting Keep Writing!
***
Saya sama temen-temen kuliah saya, punya hobi sama: foto-foto. Jadi, kemanapun kita pergi pasti gak pernah lupa bawa yang namanya KAMERA. Um, bahkan kadang-kadang kita sengaja nyiapin waktu kosong buat jalan-jalan ke suatu tempat cuman buat foto-foto doang. Ya, kayak yang kita lakuin 2 hari kemaren. Kita sengaja datengin jalan Braga, foto-foto disana. Meskipun ujan, kita tetep pantang menyerah deh buat foto-foto. Dan... *jreng jreng jreng* inilah hasilnyaa...
Temen-temen saya: Umi dan Chibi

Mau nyolong lukisan. XD

Di depan Gedung Merdeka

3 foto aja ya. Kalo kebanyakan malu. Ketauan narsisnya. Hahaha. XD
Kamis, 12 November 2009
Berkawan dengan Sepi
bolehkah aku berteriak??
berteriak hingga pita suaraku lepas
bahkan kalau perlu hingga jantungku pecah
disini sepi sekali
hingga rasanya kalau aku berteriak pun takkan ada yang mendengar gaungku
kawanku adalah gelap
atau suara-suara jangkrik yang memekakkan koklea telingaku
dinding-dinding pun bahkan membeku
langit gulita
kabut asap memenuhi ruang pandangku
dingin
hingga seluruh buku-buku jariku mengkristal
aku merangkak dalam hening
kemana perginya semua??
mengapa tak ada lagi yang memutarkan lagu di telingaku?
tak ada lagi suara canda memenuhi lubang kosong di ragaku
mengapa tak ada lagi yang sudi mendengar kicauku?
disini sepi
gelap
dingin
aku menggigil
gigiku gemeletuk,minta ditenangkan
mengharap selimut hangat
tapi semua pergi
berteriak hingga pita suaraku lepas
bahkan kalau perlu hingga jantungku pecah
disini sepi sekali
hingga rasanya kalau aku berteriak pun takkan ada yang mendengar gaungku
kawanku adalah gelap
atau suara-suara jangkrik yang memekakkan koklea telingaku
dinding-dinding pun bahkan membeku
langit gulita
kabut asap memenuhi ruang pandangku
dingin
hingga seluruh buku-buku jariku mengkristal
aku merangkak dalam hening
kemana perginya semua??
mengapa tak ada lagi yang memutarkan lagu di telingaku?
tak ada lagi suara canda memenuhi lubang kosong di ragaku
mengapa tak ada lagi yang sudi mendengar kicauku?
disini sepi
gelap
dingin
aku menggigil
gigiku gemeletuk,minta ditenangkan
mengharap selimut hangat
tapi semua pergi
Selasa, 10 November 2009
Terdampar di Lautan Para Investor
Hari senin tanggal 2 november 2009, gue dapet sms dari seorang temen kuliah gue. Isinya kurang-lebih gini: "i,mau ga jadi guide buat acara pengenalan budaya jawa barat buat orang Jepang. Kalo mau, kirim CV hari ini juga ya ke blabla@blabla.com. Per hari kerjanya 4-8 jam, n dkasih fee 100--150ribu". Tanpa ba-bi-bu, gue langsung jawab: "Oke!" dan langsung mengirim CV gue ke email yang dituju. Lumayan gitu kan,nge-guide orang Jepang. Dapet pengalaman plus plus dapet duit pula. hahaha! Lagian gue pikir, nge-guide tentang kebudayaan Jawa Barat gak terlalu susah lah. Yah,meskipun bahasa Jepang gue masih ecek-ecek, tapi setidaknya gue pernah ngerasain yg namanya jadi GUIDE waktu gue PKL di Museum KAA Bandung, en waktu UAS mata kuliah guiding.
Hari Jumat siang gue dihubungin sama EO, ada briefing buat acara yang dimaksud. Katanya sih bakalan ada semacam test kemampuan gitu. Gue dateng ke tempat briefing, di Jl. surya kencana No. 11A, Bandung. Waktu gue dateng udah ada beberapa orang yg dateng juga dan gue sempet berkenalan dengan mereka. Waktu briefing dimulai,gue jadi deg-degan,dan mulai muncul perasaan2 gak enak. Ternyata sih,feeling gue emang gak salah. Acara yang harus kami semua hadiri itu ternyata bukan festival kebudayaan Jawa Barat seperti yang temen gue bilang. Ternyata acara itu adalah acara pertemuan bisnis internasional, yang akan membicarakan proyek-proyek besar di Jawa Barat. Pertemuan itu dihadiri oleh pebisnis-pebisnis dari luar negeri. *Waduh! mampus deh gue...* Kita semua harus jadi penerjemah dalam acara bisnis internasional itu. *Whew!*
Gue sempet melempem juga denger kata-kata: WEST JAVA INTERNATIONAL EXPO 2009, tapi dipikir-pikir, kapan lagi bakal ada kesempatan kayak gini lagi?? Akhirnya, dengan tekad membulat, gue ikut juga event ini.
Hari senin, tanggal 9 November 2009, gue berangkat jam 06.30, kebut-kebutan di jalan pake motor karna gue telat. Dan ternyata sampai di basecamp gue hampir aja ditinggal mobil jemputan. Untungnya masih sempet. *fiuhhh.* Sampailah kita di hotel Mason Pine, di Kota Baru Parahyangan. Di jalan gue udah dag dig dug gak karuan. Takut mati kutu di depan investor asing karna gak bisa ngomong dengan bener. Temen gue yang dari UPI juga sama deg degannya kayak gue.
Jam 9 pagi, para investor dan tamu undangan mulai berdatangan. Wuih! gue takjub loh ngeliat mereka-mereka itu. Ternyata para pejabat en pengusaha itu badannya gede-gede yah?? Karna kebanyakan duit kali yah. Gak punya tempat lagi buat naro duit, jadi mereka masukin duit-duit mereka ke perutnya. hehehe. Dan mereka juga punya ciri khas yang sama: gak bisa lepas dari handphone. Dikit-dikit nelpon dikit-dikit nelpon,
"halo pak.. iya, saya lagi di padalarang, ada temu bisnis,"
"iya boss,nanti bisa kita bicarakan lagi,"
"wah,tidak bisa begitu pak,tender ini sangat penting.."
"jadi mengenai bisnis itu..."
"halo mas? loha? saya pesen cireng 5 biji.." (loh??)
*yang terakhir sih temen sebelah gue yang nelpon. :D*

okke, jadi nama acara itu adalah: West Java International Expo 2009. Dengan tema: Today's Investment for Better Future
tapi menurut gue yah... ini menurut gue loh... jadi ini MENURUT gue, bukan orang lain.. oke,gue tegasin lagi: INI MENURUT GUE!! *hosh hosh hosh*
acaranya tidak sekeren namanya. *fufufu*. Ini menurut gue lagi loh, acaranya kurang profesional. Aduh,plis deh,katanya event internasional, tapi panitianya sama sekali gak profesional. Pagi-pagi acara harusnya udah mulai, panitia belum prepare apa-apa, malah sibuk ngacir sana ngacir sini tanpa ngelakuin apa-apa. Akhirnya acara ngaret, padahal para tamu udah mulai berdatangan. Koordinasi gak jelas, kita para officer gak dikasih pengarahan apa-apa sampe akhirnya gue cuman bisa bengang bengong. Peserta minta bahan materi seminar, ternyata mereka gak nyediain. Ada perwakilan dari kedutaan Polandia minta jadwal acara, mereka gak prepare sampe akhirnya ngedadak ngeprint saat itu juga. pas gubernur Jabar (Ahmad Heryawan) n wakilnya (Dede Yusuf) dateng, mereka semua keliatan jaim n try their best, tapi pas mereka udah pulang, mereka bubar termasuk seluruh peserta seminar, jadi kursi2 di ballroom langsung kosong melompong. ckckck.
Lalu bagaimana nasib gue dan teman-teman gue??
Gue mendadak jadi information centre, customer service, ato entah apapun lah namanya.. padahal gue gak tau apa-apa. Tamu-tamu pada nanya ke gue, dimana si bapak A lah, kapan acaranya mulai lah, siapa yg lagi jadi pembicara lah, acara selanjutnya apa lah, bahkan nanya toilet dimana. hellloooooww!! Gue dibayar disini kan untuk jadi interpreter alias translator alias penerjemah, kenapa gue jadi kayak beginian??? Temen-temen gue yang lain kebagian di One on one meeting, ceritanya jadi penerjemah antar investor luar dg lokal tentang transaksi bisnis. Tapi akhirnya mereka malah jadi notulen yang nyatet2 obrolan para pebisnis itu. Dan beberapa yang lainnya emang jadi translator di ruang seminar, tapi karna gak ada 1 orang pun yang mengenakan headset untuk menerjemahkan isi seminar, mereka akhirnya cuman cuap-cuap di depan microphone, ngomong dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang, tapi sama sekali gak berhubungan dengan materi seminar. Yah, itung-itung latihan percakapan aja kali yaa..
jadi information centre

Tapi terlepas dari itu semua. Gue seneng karna bisa ketemu sama temen-temen yang baru. Yang pada dasarnya bergelut di bidang yang sama, yaitu bahasa. Jadi bisa belajar dikit-dikit tentang bahasa asing yang lain kan. Dan yang paling penting dari yang terpenting, gue bisa makan gratis!! hahaha. Makan enak di hotel, gratis pula, kapan lagi coba?? hehehe. Dan untungnya sempet ngobrol sama pengusaha Jepang yang udah tinggal 5 tahun di Indonesia. Dia nawarin kerjaan jadi penerjemah di perusahaannya. Tp harus lulus level 2 Nouryoku shiken dulu. yah semoga aja gue bisa lulus nokeng taun ini dan akhirnya bergabung di perusahaan dia. Amiiin..
Capeknya masih kerasa sampe sekarang, tapi..
Trimakasih untuk 2hari yang menyenangkan!!
Smoaga akan ada kesempatan seperti ini lagi di hari yang lain.. ^^
Temen-temen baru.. ^^
Hari Jumat siang gue dihubungin sama EO, ada briefing buat acara yang dimaksud. Katanya sih bakalan ada semacam test kemampuan gitu. Gue dateng ke tempat briefing, di Jl. surya kencana No. 11A, Bandung. Waktu gue dateng udah ada beberapa orang yg dateng juga dan gue sempet berkenalan dengan mereka. Waktu briefing dimulai,gue jadi deg-degan,dan mulai muncul perasaan2 gak enak. Ternyata sih,feeling gue emang gak salah. Acara yang harus kami semua hadiri itu ternyata bukan festival kebudayaan Jawa Barat seperti yang temen gue bilang. Ternyata acara itu adalah acara pertemuan bisnis internasional, yang akan membicarakan proyek-proyek besar di Jawa Barat. Pertemuan itu dihadiri oleh pebisnis-pebisnis dari luar negeri. *Waduh! mampus deh gue...* Kita semua harus jadi penerjemah dalam acara bisnis internasional itu. *Whew!*
Gue sempet melempem juga denger kata-kata: WEST JAVA INTERNATIONAL EXPO 2009, tapi dipikir-pikir, kapan lagi bakal ada kesempatan kayak gini lagi?? Akhirnya, dengan tekad membulat, gue ikut juga event ini.
Hari senin, tanggal 9 November 2009, gue berangkat jam 06.30, kebut-kebutan di jalan pake motor karna gue telat. Dan ternyata sampai di basecamp gue hampir aja ditinggal mobil jemputan. Untungnya masih sempet. *fiuhhh.* Sampailah kita di hotel Mason Pine, di Kota Baru Parahyangan. Di jalan gue udah dag dig dug gak karuan. Takut mati kutu di depan investor asing karna gak bisa ngomong dengan bener. Temen gue yang dari UPI juga sama deg degannya kayak gue.
Jam 9 pagi, para investor dan tamu undangan mulai berdatangan. Wuih! gue takjub loh ngeliat mereka-mereka itu. Ternyata para pejabat en pengusaha itu badannya gede-gede yah?? Karna kebanyakan duit kali yah. Gak punya tempat lagi buat naro duit, jadi mereka masukin duit-duit mereka ke perutnya. hehehe. Dan mereka juga punya ciri khas yang sama: gak bisa lepas dari handphone. Dikit-dikit nelpon dikit-dikit nelpon,
"halo pak.. iya, saya lagi di padalarang, ada temu bisnis,"
"iya boss,nanti bisa kita bicarakan lagi,"
"wah,tidak bisa begitu pak,tender ini sangat penting.."
"jadi mengenai bisnis itu..."
"halo mas? loha? saya pesen cireng 5 biji.." (loh??)
*yang terakhir sih temen sebelah gue yang nelpon. :D*

okke, jadi nama acara itu adalah: West Java International Expo 2009. Dengan tema: Today's Investment for Better Future
tapi menurut gue yah... ini menurut gue loh... jadi ini MENURUT gue, bukan orang lain.. oke,gue tegasin lagi: INI MENURUT GUE!! *hosh hosh hosh*
acaranya tidak sekeren namanya. *fufufu*. Ini menurut gue lagi loh, acaranya kurang profesional. Aduh,plis deh,katanya event internasional, tapi panitianya sama sekali gak profesional. Pagi-pagi acara harusnya udah mulai, panitia belum prepare apa-apa, malah sibuk ngacir sana ngacir sini tanpa ngelakuin apa-apa. Akhirnya acara ngaret, padahal para tamu udah mulai berdatangan. Koordinasi gak jelas, kita para officer gak dikasih pengarahan apa-apa sampe akhirnya gue cuman bisa bengang bengong. Peserta minta bahan materi seminar, ternyata mereka gak nyediain. Ada perwakilan dari kedutaan Polandia minta jadwal acara, mereka gak prepare sampe akhirnya ngedadak ngeprint saat itu juga. pas gubernur Jabar (Ahmad Heryawan) n wakilnya (Dede Yusuf) dateng, mereka semua keliatan jaim n try their best, tapi pas mereka udah pulang, mereka bubar termasuk seluruh peserta seminar, jadi kursi2 di ballroom langsung kosong melompong. ckckck.
Lalu bagaimana nasib gue dan teman-teman gue??
Gue mendadak jadi information centre, customer service, ato entah apapun lah namanya.. padahal gue gak tau apa-apa. Tamu-tamu pada nanya ke gue, dimana si bapak A lah, kapan acaranya mulai lah, siapa yg lagi jadi pembicara lah, acara selanjutnya apa lah, bahkan nanya toilet dimana. hellloooooww!! Gue dibayar disini kan untuk jadi interpreter alias translator alias penerjemah, kenapa gue jadi kayak beginian??? Temen-temen gue yang lain kebagian di One on one meeting, ceritanya jadi penerjemah antar investor luar dg lokal tentang transaksi bisnis. Tapi akhirnya mereka malah jadi notulen yang nyatet2 obrolan para pebisnis itu. Dan beberapa yang lainnya emang jadi translator di ruang seminar, tapi karna gak ada 1 orang pun yang mengenakan headset untuk menerjemahkan isi seminar, mereka akhirnya cuman cuap-cuap di depan microphone, ngomong dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang, tapi sama sekali gak berhubungan dengan materi seminar. Yah, itung-itung latihan percakapan aja kali yaa..
jadi information centre

Tapi terlepas dari itu semua. Gue seneng karna bisa ketemu sama temen-temen yang baru. Yang pada dasarnya bergelut di bidang yang sama, yaitu bahasa. Jadi bisa belajar dikit-dikit tentang bahasa asing yang lain kan. Dan yang paling penting dari yang terpenting, gue bisa makan gratis!! hahaha. Makan enak di hotel, gratis pula, kapan lagi coba?? hehehe. Dan untungnya sempet ngobrol sama pengusaha Jepang yang udah tinggal 5 tahun di Indonesia. Dia nawarin kerjaan jadi penerjemah di perusahaannya. Tp harus lulus level 2 Nouryoku shiken dulu. yah semoga aja gue bisa lulus nokeng taun ini dan akhirnya bergabung di perusahaan dia. Amiiin..
Capeknya masih kerasa sampe sekarang, tapi..
Trimakasih untuk 2hari yang menyenangkan!!
Smoaga akan ada kesempatan seperti ini lagi di hari yang lain.. ^^
Temen-temen baru.. ^^
Selasa, 03 November 2009
pagi di istana bunga
1 November 2009 04:55
aku terbangun pagi itu. dengan tubuh kaku, karna di kiri kananku dua makhluk yang kukenal sebagai sahabatku tidur di sampingku, berdesakan di atas sebuah kasur. ya, aku ingat. aku sedang berada di vila, menghabiskan akhir pekan dengan mereka semua, yang membawa cerita dan senyum buatku.
"i, solat dulu.." seorang teman membangunkanku.
aku mengiyakan tapi tak segera bangun. karna dinginnya pagi itu membuatku masih ingin tetap terlelap. malam itu aku bermimpi, tentang lelaki mayaku. ingin kucoba ingat lagi apa yang kulihat di mimpi itu, tapi aku tak bisa. akhirnya aku menyerah untuk mencoba, lalu mulai bangun dan melihat pagi.
pagi itu aku sama sekali tidak menyadari apa yang akan terjadi esoknya. memang begitu kan?
jadi aku mulai berwudhu, menghadap Tuhan. lalu tersenyum menatap pagi.
berharap esok akan cerah lagi.
"ayo kita jalan-jalan ke curug..!!" seruku pada semua.
"berangkat jam 7 yah,"
"oke,"
jawaban itu kutujukan untuk diriku sendiri: oke, aku harus bahagia pagi ini. :)



aku terbangun pagi itu. dengan tubuh kaku, karna di kiri kananku dua makhluk yang kukenal sebagai sahabatku tidur di sampingku, berdesakan di atas sebuah kasur. ya, aku ingat. aku sedang berada di vila, menghabiskan akhir pekan dengan mereka semua, yang membawa cerita dan senyum buatku.
"i, solat dulu.." seorang teman membangunkanku.
aku mengiyakan tapi tak segera bangun. karna dinginnya pagi itu membuatku masih ingin tetap terlelap. malam itu aku bermimpi, tentang lelaki mayaku. ingin kucoba ingat lagi apa yang kulihat di mimpi itu, tapi aku tak bisa. akhirnya aku menyerah untuk mencoba, lalu mulai bangun dan melihat pagi.
pagi itu aku sama sekali tidak menyadari apa yang akan terjadi esoknya. memang begitu kan?
jadi aku mulai berwudhu, menghadap Tuhan. lalu tersenyum menatap pagi.
berharap esok akan cerah lagi.
"ayo kita jalan-jalan ke curug..!!" seruku pada semua.
"berangkat jam 7 yah,"
"oke,"
jawaban itu kutujukan untuk diriku sendiri: oke, aku harus bahagia pagi ini. :)
bahagia bersama mereka
pagi-pagi bangun tidur
jalan-jalan ke curug.. :)
beginilah endingnya
cetik.. cetik.. cetik..
jemariku menari di atas keyboard. tertumpahlah semua rasa asa, mengalir hingga tiba-tiba setitik bening air meluncur turun dari kelopak mataku.
klik!
kutekan tombol 'send', dan terkirimlah email itu pada lelaki yang selalu ada dalam ruang imajiku. lelaki maya. sedetik, dua detik.. aku menanti tanggapan. huufft, aku tau tak mungkin secepat itu balasan datang. maka aku menunggu hingga esok harinya, pada jam yang sama dan detik yang sama ketika aku mengirimkan email itu. kubuka kotak masuk mail-ku, dan sederet notification dari friendster dan facebook menyambutku. masih tak ada balasan. oke, mungkin aku terlalu cepat menunggu. aku tau dia butuh waktu untuk berfikir.
hari pun lalu berganti minggu, berganti bulan.. dari hari ke hari aku selalu membongkar-bongkar isi kotak mail-ku, siapa tau ada pesan darinya yang luput dari pandanganku. tapi masih nihil.
lalu aku melihatnya disana, duduk di tempat biasa. tertawa-tawa tanpa beban. bahkan ketika melihatku, ia hanya menoleh sejenak lalu kembali mengurai tawa bersama mereka. heii! kamu gak sadar ada aku disini nunggu kamu?! ingin rasanya aku berteriak begitu, tapi akhirnya aku hanya mampu menelan lagi kata-kataku. dia orang yang gak berperasaan atau apa sih?? gak bisa ngehargain perasaan aku??!
hh.
purnama ketiga.
seorang sahabat mengirim message padanya, menuntut sesuatu darinya. menuntut sesuatu untukku, yang sepantasnya memang menjadi hakku, yang harus dipenuhinya. ia hanya membalas hal-hal yang umum, sama sekali tidak menyinggung-nyinggung tentang perasaanku.
2 november 2009
seperti biasa, aku membongkar-bongkar isi facebooknya, mengorek secercah harap yang sudah mulai kurangkai sedikit sedikit. tapi ternyata ada yang berbeda pagi ini.. yang membuatku tiba-tiba saja membeku.
ia telah menemukan bahagianya.
oke, tak masalah bagiku. tapi kenapa ia harus melakukannya dengan cara seperti itu? membuatku menanti berdetik-detik tanpa pasti.
11.58
aku meremove dan memblock dia dari facebook
jadi sekarang aku tau,
beginilah endingnya.
jemariku menari di atas keyboard. tertumpahlah semua rasa asa, mengalir hingga tiba-tiba setitik bening air meluncur turun dari kelopak mataku.
klik!
kutekan tombol 'send', dan terkirimlah email itu pada lelaki yang selalu ada dalam ruang imajiku. lelaki maya. sedetik, dua detik.. aku menanti tanggapan. huufft, aku tau tak mungkin secepat itu balasan datang. maka aku menunggu hingga esok harinya, pada jam yang sama dan detik yang sama ketika aku mengirimkan email itu. kubuka kotak masuk mail-ku, dan sederet notification dari friendster dan facebook menyambutku. masih tak ada balasan. oke, mungkin aku terlalu cepat menunggu. aku tau dia butuh waktu untuk berfikir.
hari pun lalu berganti minggu, berganti bulan.. dari hari ke hari aku selalu membongkar-bongkar isi kotak mail-ku, siapa tau ada pesan darinya yang luput dari pandanganku. tapi masih nihil.
lalu aku melihatnya disana, duduk di tempat biasa. tertawa-tawa tanpa beban. bahkan ketika melihatku, ia hanya menoleh sejenak lalu kembali mengurai tawa bersama mereka. heii! kamu gak sadar ada aku disini nunggu kamu?! ingin rasanya aku berteriak begitu, tapi akhirnya aku hanya mampu menelan lagi kata-kataku. dia orang yang gak berperasaan atau apa sih?? gak bisa ngehargain perasaan aku??!
hh.
purnama ketiga.
seorang sahabat mengirim message padanya, menuntut sesuatu darinya. menuntut sesuatu untukku, yang sepantasnya memang menjadi hakku, yang harus dipenuhinya. ia hanya membalas hal-hal yang umum, sama sekali tidak menyinggung-nyinggung tentang perasaanku.
2 november 2009
seperti biasa, aku membongkar-bongkar isi facebooknya, mengorek secercah harap yang sudah mulai kurangkai sedikit sedikit. tapi ternyata ada yang berbeda pagi ini.. yang membuatku tiba-tiba saja membeku.
ia telah menemukan bahagianya.
oke, tak masalah bagiku. tapi kenapa ia harus melakukannya dengan cara seperti itu? membuatku menanti berdetik-detik tanpa pasti.
11.58
aku meremove dan memblock dia dari facebook
jadi sekarang aku tau,
beginilah endingnya.
Langganan:
Postingan (Atom)